YOGYAKARTA - Dosen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknik Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogjakarta, menciptakan alat cetak praktis untuk membantu pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di bidang pembuatan rengginang-camilan tradisional berbahan dasar beras ketan.
Dengan alat cetakan itu, pembuatan rengginang yang memakan waktu lama serta jumlah produksi terbatas kini bisa teratasi. Makanan rengginang khususnya di Jawa sangat populer, sehingga pesanan selalu tjnggi. Namun, karena keterbatasan tenaga dan produksi, para pedagang sering kali tak bisa memenuhi pesanan,-kata pencipta alat itu, Prayitno Trmitono, kemarin.
Alat pencetak rengginang yang dikembangkan oleh Prayitno ini mampu meningkatkan kapasitas cetak Rengginang hingga dua kah lipat lebih dibandingkan dengan cetak manual. Setiap menit, satu pekerja mampu menghasilkan 4-5 buah rengginang atau 240-300 buah rengginang setiap ja/n. Sementara itu. dengan cara manual, setiap pekerja dalam satu menit hanya bisa menghasilkan 2 buah rengginang atau 120 buah rengginang per jam.
"Kapasitas cetak minimal 50 kilogram setiap hari. Dengan alat ini, dari satu kilogram bahan- beras ketan kukus- bisa dihasilkan sekitar 110-120 buah rengginang,- katanya.
Selain mudah penggunaannya, alat ini mampu menghemat biaya produksi karena dioperasikan tanpa listrik ataupun bahan bakar. Prayitno menjelaskan, pnnsip kerja alat cetak rengginangnya itu mengadopsi dan cara kerja penutup botol.
Alat ini terdiri atas kerangka yang terbuat dan besi cor, tiang dan besi as. kayu penekan, handle untuk menekan rengginang yang dicetak, meja dudukan alat, dan papan kayu pencetak.
Untuk membuat rengginang, beras ketan yang telah dikukus diisikan pada cetakan dalam papan pencetak. Kemudian pemadatan rengginang dilakukan dengan menank handle, sehingga kayu penekan turun dan memadatkan rengginang dalam cetakan. Selanjutnya rengginang bisa dikeluarkan dan cetakan untuk dikeringkan.
Alat cetak rengginang im telah diproduksi secara massal. Satu unitnya dipasarkan dengan harga Rp 2,5 juta. Ratusan pengusaha UKM, terutama di wilayah Sleman, pun telah memakai alat ini.
Sutiyem. pemilik UKM Rengginang Lestari Sleman, sangat terbantu oleh alat cetak itu. Dia mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat, sehingga tak perlu lagi menolak jika pesanan konsumen cukup banyak, khususnya saat han libur dan han raya. -Dulu produksi hanya 12 kilogram setiap han, sekarang satu hari bisa produksi 50 kilogram,- kata dia.
Koran Tempo
















